Berita Terbaru             -  INFORMASI AWAL UNTUK TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN TERKAIT KEAMANAN PRODUK YANG MENGANDUNG BAHAN AKTIF RANITIDIN            -  INFORMASI AWAL UNTUK TENAGA PROFESIONAL KESEHATAN TERKAIT KEAMANAN PRODUK YANG MENGANDUNG BAHAN AKTIF RANITIDIN            -  Tecentriq (Atezolizumab) dan Risiko Baru dan Penting yang Teridentifikasi – Miositis terkait Imun            -  Actemra® (Tocilizumab) dan Risiko Hepatotoksisitas            -  Buletin Berita MESO Volume 37, No 1 Edisi Juni 2019

Safety Communication

Sehubungan dengan adanya informasi terbaru tentang penarikan obat antihipertensi Irbesartan di Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh United States - Food and Drug Administration (US FDA) tanggal 18 Januari 2019, BPOM RI telah menerbitkan press release Penjelasan BPOM RI tentang Penarikan Obat Antihipertensi Irbesartan

https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/95/PENJELASAN-BPOM-RI-TENTANG-PENARIKAN-OBAT-ANTIHIPERTENSI-IRBESARTAN.html

Dalam rangka kehati-hatian, bersama ini kami sampaikan Safety Communication ” Informasi Lanjutan (Follow Up Communication) Untuk Tenaga Kesehatan Profesional Tentang Penarikan Obat Antihipertensi Irbesartan”, dapat diunduh pada lampiran dibawah ini.

Agar menjadi perhatian profesional kesehatan dalam penggunaan obat tersebut pada pasien.

 

Salam,

Pusat Farmakovigilans / MESO Nasional

Badan POM RI


Download : Informasi Lanjutan Untuk Tenaga Kesehatan Profesional tentang Penarikan Obat Antihipertensi Irbesartan_.pdf

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 38.24%
    Sangat Menarik
  • 27.94%
    Menarik
  • 14.22%
    Cukup Menarik
  • 12.75%
    Tidak Menarik
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?