Berita

Saat ini tuntutan oleh masyarakat di bidang kesehatan adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan (quality of care) di semua sarana pelayanan kesehatan baik di sektor publik maupun swasta, termasuk di dalamnya adalah pelayanan dan penggunaan obat. Hal ini meliputi jaminan keamanan obat atau drug safety dalam rangka mendukung peningkatan perawatan dan keselamatan pasien (patient care and safety). Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak terlepas dari peran beberapakey players yang juga memiliki tanggung jawab dalam rangkaian pelayanan kesehatan dalam rangka jaminan patient safety, antara lain tenaga kesehatan.

 

Salah satu progam untuk meningkatkan peningkatan perawatan dan keselamatan pasien antara lain farmakovigilans atau pada awalnya lebih sering dikenal dengan program Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Program MESO bergantung pada sistem pelaporan efek samping obat secara sukarela oleh sejawat tenaga kesehatan. Namun sistem pelaporan sukarela ini masih belum cukup mendukung pengumpulan data atau informasi profil aspek keamanan obat di Indonesia. Sementara itu, dengan populasi Indonesia yang masif, seharusnya menjadi sumber yang cukup potensial untuk diperoleh data atau informasi profil keamanan obat beredar.

 

Dengan dukungan dari tenaga kesehatan, maka kegiatan farmakovigilans di Indonesia dapat berjalan dengan baik sehingga data atau informasi yang memadai tentang profil aspek keamanan obat beredar dapat meningkat. Data profil aspek keamanan obat pada populasi Indonesia dapat menjadi salah satu dasar pertimbangan bagi Badan POM untuk pengambilan tindak lanjut regulatori yang tepat.

 

Pada tanggal 2 Desember 2013 yang lalu, Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi dan Komunikasi di Bidang Farmakovigilans dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman kita semua tentang pentingnya farmakovigilans dengan melakukan pemantauan dan pelaporan efek samping obat beredar sekaligus untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan farmakovigilans di lapangan, sehingga dapat diidentifikasi kemungkinan pemecahannya.

 

Pada pertemuan tersebut peserta terdiri dari perwakilan beberapa Balai Besar/Balai POM dan perwakilan dari Rumah Sakit di daerah, antara lain RS Dr. Soetomo (Surabaya), RS Dr. Sardjito (Yogyakarta), RS Dr. Kariyadi (Semarang), RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat  dan RS Dr. Saiful Anwar (Malang), RS Dr. Wahidin Sudirohusodo (Makassar), RS Sanglah (Denpasar), RSUP Dr. M. Djamil (Padang), RS H. Adam Malik (Medan), RS Dr. Arifin Ahmad (Pekanbaru), RS Dr. Moewardi (Solo), RS Charitas (Palembang), RS Dr. Cipto Mangunkusumo dan RS Premier Jatinegara (Jakarta) serta RS Siloam (Tangerang).

 

Hadir sebagai narasumber adalah Dr. Jarir At Thobari, PhD dari FK Universitas Gajah Mada, dr. B. Eka A. Wahjuni, M.Kes (Direktorat BUK, Kemenkes RI), DR. dr. Hindra Irawan Satari, SpA (K), TropPaed  dari KOMNAS PP KIPI, Dra. Siti Susiani, M.Si, Apt dari RSUP Dr. Hasan Sadikin dan Theresia Yunita, S.Si, Apt dari RS St. Vincentius A Paulo.

 

Dalam kesempatan ini juga disampaikan pengenalan subsite MESO (http://e-meso.pom.go.id) serta dilakukan uji coba registrasi dan pelaporan online ESO kepada peserta. Diharapkan hal ini dapat mempermudah sejawat tenaga kesehatan dalam melakukan pelaporan ESO kepada Badan POM dalam rangka patient safety. (mda)


Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 39.47%
    Sangat Menarik
  • 29.47%
    Menarik
  • 13.68%
    Cukup Menarik
  • 10.53%
    Tidak Menarik
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?