Berita Terbaru             -  Buletin Berita MESO Volume 37, No 1 Edisi Juni 2019            -  INFORMASI LANJUTAN (FOLLOW UP COMMUNICATION) UNTUK TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL TENTANG TINDAK LANJUT ANGIOTENSIN II RECEPTOR BLOCKER (ARB)            -  INFORMASI LANJUTAN (FOLLOW UP COMMUNICATION) UNTUK TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL TENTANG TINDAK LANJUT ANGIOTENSIN II RECEPTOR BLOCKER (ARB)            -  INFORMASI LANJUTAN (FOLLOW UP COMMUNICATION) UNTUK TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL TENTANG TINDAK LANJUT ANGIOTENSIN II RECEPTOR BLOCKER (ARB)

Berita



Pada tanggal 7 April 2015 yang lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan menyelenggarakan Sosialisasi Pedoman Teknis dan Tools Penerapan Farmakovigilans bagi Industri Farmasi. Kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan secara berkala setiap tahun, sejak tahun 2012. Industri farmasi yang telah mendapatkan sosialisasi dari tahun 2012 hingga 2014 berjumlah 140 industri farmasi. Peserta sosialisasi kali ini diutamakan industri farmasi yang sama sekali belum mendapatkan sosialisasi dari Badan POM dan industri farmasi yang telah mendapatkan sosialisasi namun dari data yang ada di Badan POM belum ada actionterhadap ketentuan yang ada pada pedoman tersebut.

 

Selain peserta dari industri farmasi, pada kegiatan sosialisasi tahun 2015 ini juga diundang perwakilan dari Balai Besar/Balai POM yang memiliki industri farmasi di wilayah kerjanya seperti BB/BPOM di Jakarta, di Bandung, di Semarang, di Yogyakarta, di Surabaya, dan di Serang. Sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut adalah Drs. Arustiyono, Apt. MPH (Badan POM), Siti Asfijah Abdoellah, SSi., Apt., MMedSc (Badan POM), Dr. Nafrialdi, PhD., SpPD. (Fak. Kedokteran Universitas Indonesia), Dwi Nofiarny, SSi, Apt, MSc (PT. Dexa Medica), Swarie Harinovita (PT. Novartis Indonesia), dan Dr. Jean Christophe Delumeau, M.D., Ph.D. (PT. Bayer).

 

Dalam sambutannya, Drs. Arustiyono, Apt. MPH selaku Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT  menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada industri farmasi mengenai peran dan tanggung jawab industri farmasi dalam rangka menjamin keamanan obat yang diedarkannya melalui pelaksanaan Farmakovigilans seperti yang terdapat dalam Pedoman Teknis Farmakovigilans yang telah diterbitkan dalam Peraturan Ka Badan No. HK.03.1.23.12.11.10690 pada tahun 2011, industri farmasi diharapkan dapat membangun dan memiliki sistem Farmakovigilans berikut aspek detailnya dengan adanya panduan berupa Tools Pemantauan Penerapan Farmakovigilans di Industri Farmasi. Selain itu, pada sosialisasi ini industri farmasi dapat menanyakan kepada Narasumber kendala-kendala yang dihadapi dalam membangun sistem farmakovigilans di industri dan pelaporannya ke Badan POM sehingga diharapkan, kedepannya semua industri farmasi mempunyai sistem Farmakovigilans sehingga jumlah pelaporan efek samping obat dari industri meningkat dan profil keamanan produk yang beredar di Indonesia dapat diketahui berdasarkan populasi di Indonesia, dengan tujuan akhirnya adalah peningkatan keselamatan pasien dan mencegah kejadian efek samping terjadi secara luas, sehingga dapat menurunkan biaya pengobatan yang diperlukan untuk merawat efek samping.

 

Industri Farmasi wajib melakukan Farmakovigilans sejak 5 Januari 2014, setelah diberikan waktu 2 (dua) tahun untuk melakukan penyesuaian di Industri Farmasi masing-masing. Namun, sampai saat ini berdasarkan data yang ada di Badan POM, masih banyak Industri Farmasi belum mempunyai sistem farmakovigilans di Industrinya. Untuk itu, diharapkan setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini, industri farmasi mulai membentuk unit dan sistem farmakovigilans dalam rangka memenuhi kewajiban kepada masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan keamanan produk yang diedarkan.

 

List peserta dan materi sosialisasi pedoman teknis dan tools penerapan farmakovigilans bagi industri farmasi  tahun 2015 dapat diunduh pada bagian Referensi.

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 39.8%
    Sangat Menarik
  • 29.08%
    Menarik
  • 13.27%
    Cukup Menarik
  • 10.71%
    Tidak Menarik
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?