Berita




Workshop program farmakovigilans kali ini dilaksanakan di Malang, Kamis 14 Juli 2016 bekerjasama dengan RSI Unisma Malang yang dihadiri oleh 30 orang peserta dari RSI Unisma Malang dan 1 orang peserta dari Balai Besar POM di Surabaya.

 

Acara secara resmi dibuka oleh Direktur RSI Unisma Malang, dr. H. Tri Wahyu Sarwiyata, M.Kes. Pada sambutannya, beliau menyampaikan sekilas aktivitas Monitoring Efek Samping Obat (MESO) di RSI Unisma Malang, dimana saat memulai aktivitas farmakovigilans dilakukan dengan tertatih-tatih dan banyak kebingungan, namun tetap diusahakan melakukan yang bisa dijangkau terlebih dahulu. Pada akhirnya RSI Unisma Malang dapat menyampaikan laporan MESO secara rutin sejak tahun 2015 ke Badan POM RI. Selain itu, beliau menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk memanfaatkan waktu dan ilmu yang diperoleh pada workshop dan dapat dipraktekkan di Rumah Sakit.

 

Selaku narasumber, dr. Jarir At Thobari, PhD dari Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, menyampaikan materi tentang Pharmacovigilance and Patient Safety. Beliau menyampaikan bahwa secara global pemantauan farmakovigilans tidak hanya dilakukan terhadap efek samping obat yang kasat mata, namun juga programmatic erorr/medication erorr. Apabila terjadi efek samping obat, maka dapat dilakukan pencatatan dan pelaporan, dimana laporan tersebut bersifat confidential, sehingga tenaga kesehatan tidak perlu ragu untuk melakukan pelaporan.

 

Pada bagian akhir, Ibu Siti Asfijah A, S.Si.,Apt., M.MedSc selaku Kepala Subdit Surveilan dan Analisis Risiko PT & PKRT, menyampaikan materi tentang Program Farmakovigilans/MESO di Indonesia. Pada akhir sesi beliau menyampaikan bahwa kunci keberhasilan penerapan farmakovigilans adalah setting up, dimana dukungan dari high level management sebagai bentuk komitmen bahwa faramakovigilans adalah bagian dari patient safety.  Beliau juga menyampaikan beberapa saran untuk RSI Unisma Malang yaitu lakukan flagging untuk pasien sebagai riwayat bagi pasien sehingga dapat mencegah terjadinya efek samping yang sama pada pasien tersebut, untuk kasus khusus komunikasi sebaiknya dilakukan secara rutin dan ad hock, serta jika memungkinkan dapat dibuat internal buletin. Kegiatan workshop ditutup oleh Direktur RSI Unisma Malang, dr. H. Tri Wahyu Sarwiyata, M.Kes. (rsw)

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 40.45%
    Sangat Menarik
  • 29.21%
    Menarik
  • 12.92%
    Cukup Menarik
  • 10.11%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?