Berita Terbaru             -  Buletin Berita MESO Volume 37, No 1 Edisi Juni 2019            -  INFORMASI LANJUTAN (FOLLOW UP COMMUNICATION) UNTUK TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL TENTANG TINDAK LANJUT ANGIOTENSIN II RECEPTOR BLOCKER (ARB)            -  INFORMASI LANJUTAN (FOLLOW UP COMMUNICATION) UNTUK TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL TENTANG TINDAK LANJUT ANGIOTENSIN II RECEPTOR BLOCKER (ARB)            -  INFORMASI LANJUTAN (FOLLOW UP COMMUNICATION) UNTUK TENAGA KESEHATAN PROFESIONAL TENTANG TINDAK LANJUT ANGIOTENSIN II RECEPTOR BLOCKER (ARB)

Berita


Peningkatan Kompetensi Farmakovigilans bagi Industri Farmasi ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara berkala setiap 2 tahun sekali. Pada tahun 2016, kegiatan ini telah dilaksanakan di Hotel Golden Boutique pada tanggal 14-16 September 2016.  

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pembekalan pengetahuan di bidang farmakovigilans kepada industri farmasi untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (personel) yang menangani farmakovigilans. Personel tersebut diharapkan dapat memiliki kompetensi dan kapabilitas di bidang farmakovigilans termasuk peraturan terkait farmakovigilans, mampu menginisiasi dan mengelola sistem  farmakovigilans di Industrinya masing-masing. Selain itu, personel diharapkan mampu mengevaluasi dan memiliki ketajaman analisis dalam memonitor pelaksanaan farmakovigilans di Industri Farmasi, serta memenuhi kewajibannya sesuai peraturan yang berlaku.(rdh)

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Plt Deputi Bidang Pengawasan Produk  Terapetik dan NAPZA, Drs. Ondri Dwi Sampurno, MSi., Apt. Dalam sambutannya Bapak Plt Deputi menyampaikan agar industri farmasi memanfaatkan kesempatan training ini dengan sebaik-baiknya dan membangun komitmen yang kuat untuk penerapan farmakovigilans yang baik sebagai bentuk peran dan tanggung jawab industri farmasi dalam menjamin keamanan produk obat yang diedarkannya.

Peningkatan Kompetensi Farmakovigilans bagi Industri Farmasi ini dihadiri oleh 147 orang peserta yang terdiri dari 122 orang dari Industri Farmasi, 1 orang dari Direktorat Pelayanan Kefarmasian-Kemenkes RI dan 24 orang dari Badan POM.

Pada kegiatan ini peserta mendapatkan pembekalan materi “Farmakovigilans Dasar” (Basic pharmacovigilance) dari narasumber akademia Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (dr. Jarir At Thobari, PhD). Dua materi lainnya yaitu mengenai “Interaksi Obat” dan “Reaksi Alergi dan Stevens Johnson syndrome” diberikan oleh narasumber akademia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (dr. Suharti K. Suherman, SpFK dan dr. Nafrialdi, SpPD). Pada kesempatan ini, terdapat sharing mengenai “Sistem Farmakovigilans di Jepang” oleh Mr. Masahiko Yokota dan “Implementasi Farmakovigilans di Industri Farmasi” oleh praktisi farmakovigilans di industri farmasi.

Narasumber dari Badan POM yaitu Siti Asfijah Abdoellah, SSi., Apt., M.MedSc. selaku Kasubdit Surveilan dan Analisis Risiko Produk Terapetik dan PKRT juga menyampaikan mengenai “Pedoman Penerapan Farmakovigilans di Industri Farmasi, overview Juklak Pedoman Farmakovigilans, dan Tools Pemantauan Penerapan Farmakovigilans di Industri Farmasi”. Pelaporan efek samping obat secara elektronik melalui website e-MESO juga disampaikan dalam kegiatan ini oleh Kasie Surveilan Produk Terapetik dan PKRT. Pelaporan secara elektronik diharapkan dapat memudahkan serta meningkatkan peran serta industri farmasi dan sejawat tenaga kesehatan dalam melakukan pelaporan efek samping obat ke Badan POM. (rdh)

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 39.8%
    Sangat Menarik
  • 29.08%
    Menarik
  • 13.27%
    Cukup Menarik
  • 10.71%
    Tidak Menarik
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?