Berita

Pada tahun 2017, Badan POM mulai melaksanakan supervisi penerapan farmakovigilans obat program HIV/AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM). Kegiatan supervisi ini dilaksanakan dalam rangka implementasi Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/ Menkes/164/2015 tanggal 30 April 2015 tentang Uji Coba Penyelenggaraan Farmakovigilans Obat Program AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Adapun Fasyankes yang menjadi tempat uji coba penyelenggaraan farmakovigilans obat program ATM sesuai dengan Keputusan tersebut adalah sebagai berikut:


PROGRAM AIDS

A. DKI JAKARTA

   Jakarta Selatan

  1. Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati
  2. Pusat Kesehatan Masyarakat Tebet
  3. Pusat Kesehatan Masyarakat Cilandak
  4. Pusat Kesehatan Masyarakat Pasar Minggu

   Jakarta Pusat

  1. Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan
  2. Pusat Kesehatan Masyarakat Gambir
  3. Pusat Kesehatan Masyarakat Senen
  4. Pusat Kesehatan Masyarakat Tanah Abang

   Jakarta Utara

  1. Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso
  2. Pusat Kesehatan Masyarakat Tanjung Priok
  3. Pusat Kesehatan Masyarakat Penjaringan
  4. Pusat Kesehatan Masyarakat Koja

B. PAPUA

   Kota Jayapura

  1. Rumah Sakit Dok Dua
  2. Pusat Kesehatan Masyarakat Hamadi


PROGRAM TUBERKULOSIS

A. JAWA TIMUR

   Kota Surabaya (Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Soetomo)

   Kabupaten Lumajang (Rumah Sakit Umum Daerah Haryoto)

   Kabupaten Tuban (Pusat Kesehatan Masyarakat Palang)

   Kota Madiun (Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru)

B. JAWA BARAT

   Kota Bandung

  1. Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin
  2. Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung

C. NUSA TENGGARA BARAT

   Kabupaten Lombok Timur

  1. Pusat Kesehatan Masyarakat Sambelia
  2. Pusat Kesehatan Masyarakat Labuhan Lombok


PROGRAM MALARIA

A. PAPUA

   Kota Jayapura

  1. Rumah Sakit Dok Dua
  2. Pusat Kesehatan Masyarakat Hamadi

B. NUSA TENGGARA BARAT

   Kabupaten Lombok Timur (Pusat Kesehatan Masyarakat Belating)

C. PROVINSI MALUKU

   Kota Ambon

  1. Pusat Kesehatan Masyarakat CH. M. Tiahahu
  2. Pusat Kesehatan Masyarakat Salobar
  3. Pusat Kesehatan Masyarakat Passo

Pada bulan Mei tahun 2017 telah dilaksanakan supervisi penerapan farmakovigilans untuk obat program HIV/AIDS dan Malaria di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Jayapura.

 

Kemudian, pada bulan Agustus tahun 2017, Badan POM bersama dengan Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual – Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara dan Balai Besar POM di Jakarta melaksanakan supervisi penerapan farmakovigilans obat program HIV/AIDS di Provinsi DKI Jakarta. Fasyankes yang disupervisi adalah RSUD Tarakan, RSPI Sulianti Saroso, Puskesmas Tanah Abang, Puskesmas Koja, dan Puskesmas Tanjung Priok.

 

Sejak dilaksanakan diseminasi dan training pedoman penerapan farmakovigilans obat program ATM pada akhir tahun 2014 hingga saat ini pelaporan ESO untuk obat program HIV/AIDS yang diterima Badan POM masih sangat sedikit. Dari hasil supervisi penerapan farmakovigilans obat program HIV/AIDS yang dilakukan, diketahui bahwa banyak kendala yang dihadapi oleh petugas di Fasyankes dalam penerapan farmakovigilans.

 

Menindaklanjuti hasil supervisi tersebut, pada tanggal 6 Oktober 2017, Badan POM, Subdirektorat Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular Seksual – Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, dan perwakilan dari Fasyankes yang disupervisi melaksanakan rapat evaluasi penerapan farmakovigilans obat program HIV/AIDS untuk membahas rencana tindak lanjut yang akan dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Rencana tindak lanjut yang akan dilakukan antara lain akan dilakukan pertemuan lanjutan untuk membahas mengenai mekanisme pelaporan ESO yang lebih sederhana, pelatihan farmakovigilans kepada tenaga kesehatan secara berkelanjutan, pertemuan koordinasi dan komunikasi secara berkala, dan supervisi penerapan farmakovigilans secara berkelanjutan.

 

Badan POM menyadari bahwa penerapan farmakovigilans obat program ATM di Indonesia tidaklah mudah dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak yang terlibat di dalamnya. Melalui kegiatan supervisi secara berkelanjutan untuk obat program ATM, Badan POM bersama dengan Kementerian Kesehatan akan mendampingi Fasyankes dalam penerapan farmakovigilans obat program ATM untuk mewujudkan keamanan penggunaan obat ATM dan keselamatan pasien (patient safety).

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 40.24%
    Sangat Menarik
  • 29.59%
    Menarik
  • 13.02%
    Cukup Menarik
  • 9.47%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?