Berita


Program farmakovigilans di Indonesia telah dimulai dan dipromosikan oleh Badan POM sebagai otoritas pengawas obat nasional. Tujuan utama program farmakovigilans tidak hanya untuk memperbaiki keselamatan pasien pada penggunaan obat, namun juga berkontribusi terhadap penilaian manfaat, bahaya, efektivitas dan risiko penggunaan suatu obat, serta mendorong keamanan, kerasionalan dan keefektifan (termasuk penghematan biaya) penggunaan obat.

Sejauh ini, sistem yang telah ditetapkan di Indonesia untuk kegiatan ini adalah laporan spontan oleh profesional kesehatan, dengan menggunakan formulir kuning yang merupakan bentuk standar untuk laporan reaksi obat yang merugikan. Diperlukan upaya untuk meningkatkan umpan balik karena tingkat pelaporan dari sistem pelaporan spontan ini masih rendah, dibandingkan dengan jumlah populasi atau jumlah obat yang dipasarkan di Indonesia. Untuk mengatasi tantangan ini, Indonesia perlu memperkuat sistem dan jaringan farmakovigilans di semua area dan fasilitas perawatan kesehatan.

Berdasarkan hal tersebut diatas, WHO kembali memberikan dukungan kepada Badan POM untuk perkuatan program Farmakovigilans di Indonesia dengan penyelenggaraan workshop bagi profesional kesehatan dengan tema Strengthening Drug Safety Monitoring in Indonesia – National Pharmacovigilance Workshop pada tanggal 23 - 25 Oktober 2017 di Bekasi. Kegiatan ini dihadari oleh 135 orang peserta yang terdiri dari rumah sakit dan puskesmas di pulau Sumatera, Jawa dan Bali, Dinas Kesehatan di DKI Jakarta (baik Dinas Kesehatan Provinsi maupun Suku Dinas Kesehatan), Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dinas Kesehatan Kota Tangerang serta Balai Besar POM di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Serang.

Selain pembicara dari Badan POM, turut serta sebagai pembicara dalam kegiatan ini adalah     dr. Jarir at Thobari, PhD (UGM); Dra. Yulia Trisna, Apt., M.Pharm  (KARS); Prof. Dr. Sri Suryawati, Apt (IAI); M. Ch. Reza Kartika. P. R., S.Farm., Apt (RSK St. Vincentius a Paulo) dan Dr.Widyati, MClin Pharm, Apt (RSAL dr. Ramelan).

Dengan penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengembangan kapasitas farmakovigilans bagi profesional kesehatan,  meningkatkan jaringan antar pemangku kepentingan dan meningkatkan pengetahuan teoritis dan praktis serta keterampilan penting untuk mengembangkan aktivitas farmakovigilans dalam pelayanan kesehatan di fasyankes.



Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 39.66%
    Sangat Menarik
  • 29.89%
    Menarik
  • 13.22%
    Cukup Menarik
  • 9.77%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?