Berita

Setelah Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia, Nomor Hk.03.1.23.12.11.10690 Tahun 2011 Tentang Penerapan Farmakovigilans Bagi Industri Farmasi diterbitkan dan disosialisasikan pada awal tahun 2012, Badan POM menyusun sebuah tools yang nantinya digunakan untuk melakukan pemantauan aktivitas farmakovigilans kepada industri farmasi.
 
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Februari 2012 yang diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari perwakilan dari industri farmasi lokal (PMDN), industri famasi asing (PMA) serta peserta internal Badan POM.
 
Dalam kegiatan sosialisasi disampaikan bahwa tools pemantauan farmakovigilans yang disusun dapat digunakan sebagai pedoman bagi petugass dan self assessment bagi industri farmasi. Hasil pemantauan farmakovigilans bagi industri farmasi ini, kedepan diharapkan mampu memberikan gambaran pelaksanaan farmakovigilans di industri farmasi baik PMDN maupun PMA.
 
Sejak diterbitkannya Peraturan Kepala Badan POM tentang Farmakovigilans di industri farmasi, Badan POM memberikan masa peralihan selama 2 tahun agar seluruh industri farmasi menerapkan dan melaksanakan farmakovigilans sebagai langkah nyata jaminan kemanan kepada masyarakat terhadap produk yang beredar di pasaran.(zlf)

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 40.76%
    Sangat Menarik
  • 28.8%
    Menarik
  • 13.04%
    Cukup Menarik
  • 10.33%
    Tidak Menarik
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?