Berita

Salah satu upaya Badan POM untuk meningkatkan peran serta tenaga kesehatan dalam bidang Monitoring Efek Samping Obat adalah dengan melaksanakan Workshop program Pharmakovigilans kepada sejawat tenaga kesehatan.

 

Sebagai penutup rangkaian workshop program Pharmacovigilance yang diselenggarakan pada tahun 2013, Badan POM menyelenggarakan workshop bersama dengan RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat, Malang. Bertempat di HotelAtria, Malang pada tanggal 7 November 2013, Dr. Bambang Eko Sunaryanto, SpKJ selaku Direktur Utama RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Malang secara resmi membuka kegiatan Workshop Program Pharmacovigilans kepada tenaga kesehatan yang diselenggarakan bersama dengan Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT.

 

Dalam sambutan singkatnya, Dr. Bambang menyampaikan apresiasi kepada Kepala Instalasi Farmasi, Ibu Ikasari Pudji, SSi, Apt yang merupakan motor penggerak aktivitas monitoring efek samping obat di RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat. Dr. Bambang mengharapkan agar kedepan, Farmasis dari RSJ Malang bisa menjadinational speaker untuk berbagi pengalaman dengan Rumah Sakit lain. Selain itu Beliau juga menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh pada workshop dalam praktek sehari-hari sebagai bentuk jaminan keamanan pasien.

 

Paparan tentang Program Farmakovigilans di Indonesia di sampaikan oleh Ibu Dra. Ratna Irawati, Apt,M.Kes selaku Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT, dengan himbauan agar seluruh tenaga kesehatan di RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat dapat berperan lebih aktif dalam pemantauan dan pelaporan efek samping obat.

 

Pada workshop kali ini, Dr. Jarir At Thobari, PhD dari Fakultas Kedokteran UGM selaku narasumber menyampaikan bahwa permasalahan keamanan pasien yang utama adalah penggunaan obat itu sendiri, karena harus diwaspadai bahwa obat tersebut mungkin dapat memicu munculnya efek samping dan bahkan terkadang efek samping yang terjadi pada pasien lebih buruk dari penyakit yang diderita. Farmakovigilans memiliki kontribusi dalam patient safety dan treatment effectiveness. Jika berbicara tentang patient safety maka kita harus melakukan Farmakovigilans.

 

Workshop diakhiri dengan penyampaian materi dari Dr. I Dewa Gede Basudewa, SpKJ dari RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat. Beliau menyampaikan pengalaman dalam pelaksanaan aktivitas monitoring efek samping obat di RS Jiwa. Selain itu masih terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan monitoring efek samping obat di RS Jiwa, salah satunya adalah keterbatasan staf. Namun saat ini RS Jiwa telah memiliki SK sebagai dasar aktifitas MESO dimana pelaksanaannya masih bersifat pasif, sehingga perlu disusun sebuah sistem yang baik untuk pelaksanaan MESO tersebut.

 

Badan POM sangat mengapresiasi semangat dari sejawat tenaga kesehatan di RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat dalam peran sertanya pada aktivitas Monitoring Efek Samping Obat.(zlf)

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 40.11%
    Sangat Menarik
  • 29.38%
    Menarik
  • 12.99%
    Cukup Menarik
  • 10.17%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?