Berita

Dalam rangka meningkatkan peran serta tenaga kesehatan dalam bidang Monitoring Efek Samping Obat, Badan POM menyelenggarakan Workshop Program Farmakovigilans kepada sejawat tenaga kesehatan.

 

Sebagai penutup rangkaian workshop program Farmakovigilans yang diselenggarakan pada tahun 2014, Badan POM menyelenggarakan workshop bersama Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUP NTB). Bertempat di Hotel Santika, Mataram pada tanggal 5 September 2014, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM selaku Wakil Direktur Umum dan Keuangan secara resmi membuka Workshop Program Farmakovigilans/Monitoring Efek Samping Obat kepada tenaga kesehatan.

 

Dalam sambutannya, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM menyampaikan perlunya dilakukan kegiatan monitoring efek samping obat sebagai bagian dalam mewujudkan patient safety. Selain itu beliau berharap dengan dilaksanakan workshop program farmakovigilans ini, dapat meningkatkan semangat dan peran aktif tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan dan pelaporan efek samping obat yang terjadi di RSUP NTB ke Badan POM.

 

Paparan mengenai Program Farmakovigilans di Indonesia, disampaikan oleh Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT, Drs. Arustiyono, Apt., MPH dengan himbauan agar seluruh tenaga kesehatan di RSUP NTB dapat lebih berperan aktif dalam melakukan pemantauan dan pelaporan efek samping obat.

 

Pada kesempatan kali ini, dr. Jarir at Thobari, PhD dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menyampaikan pentingnya pelaksanaan pemantauan efek samping obat sebagai bagian dari kegiatan farmakovigilans. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya mencapai keamanan pasien dalam penggunaan obat. Beliau juga menyampaikan bahwa efek samping penggunaan obat dapat lebih berbahaya dari penyakit yang diderita oleh pasien. Oleh karena itu, farmakovigilans sangat berperan penting dalam patient safety dan treatment effectiveness.

 

Profil RSUP NTB, pelaksanaan monitoring efek samping obat dan kendala yang dihadapi RSUP NTB dalam pelaksanaan pemantauan dan pelaporan efek samping obat disampaikan oleh dr. Evi Somawijaya, MM selaku Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis RSUP NTB. Beliau menyampaikan, RSUP NTB akan berkontribusi dalam pemantauan dan pelaporan efek samping obat di Indonesia.

 

Pada sesi terakhir dilakukan pengenalan subsite e-meso (http://e-meso.pom.go.id) sebagai sarana informasi dan komunikasi Badan POM dengan tenaga kesehatan dalam aspek keamanan obat dimana di dalamnya juga terdapat menu pelaporan efek samping obat secara elektronik.

 

Partisipasi aktif dari sejawat tenaga kesehatan akan sangat membantu Badan POM untuk mengetahui profil keamanan obat beredar dan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan tindak lanjut regulatori terhadap suatu obat demi jaminan keamanan pasien. Workshop diakhiri dengan penutupan oleh dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM. (mda)

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 40.11%
    Sangat Menarik
  • 29.38%
    Menarik
  • 12.99%
    Cukup Menarik
  • 10.17%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?