Berita

Saat ini sampai sekitar empat tahun kedepan, Badan POM bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam hal memastikan keamanan obat dan makanan di Indonesia, dimana salah satunya terkait dengan aktivitas Farmakovigilans. Serangkaian kegiatan untuk menunjang project tersebut telah dilakukan. Pada tanggal 23-30 September 2017 yang lalu JICA kembali  memberikan dukungan “Strengthening of Pharmacovigilance Activities”  yang merupakan kelanjutan dari project tersebut, beberapa staf Badan POM dan Balai POM dikirim ke Jepang untuk mempelajari dan melihat langsung sistem farmakovigilans di negara tersebut dan untuk dapat mengambil hal-hal positif yang dapat diterapkan di Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh Direktur Pengawasan Distribusi PT dan PKRT, Kepala Balai Besar POM di Medan, Kepala Balai Besar POM di Padang, Kepala Balai Besar POM di Manado, Kepala Seksi Surveilan PT dan PKRT, serta staf dari Direktorat Pengawasan Distribusi PT dan PKRT dan Staf Direktorat Penilaian Obat dan Produk Biologi.

 Lebih Lanjut

Program farmakovigilans di Indonesia telah dimulai dan dipromosikan oleh Badan POM sebagai otoritas pengawas obat nasional. Tujuan utama program farmakovigilans tidak hanya untuk memperbaiki keselamatan pasien pada penggunaan obat, namun juga berkontribusi terhadap penilaian manfaat, bahaya, efektivitas dan risiko penggunaan suatu obat, serta mendorong keamanan, kerasionalan dan keefektifan (termasuk penghematan biaya) penggunaan obat.

 Lebih Lanjut

Pada tahun 2017, Badan POM mulai melaksanakan supervisi penerapan farmakovigilans obat program HIV/AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM). Kegiatan supervisi ini dilaksanakan dalam rangka implementasi Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/ Menkes/164/2015 tanggal 30 April 2015 tentang Uji Coba Penyelenggaraan Farmakovigilans Obat Program AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Adapun Fasyankes yang menjadi tempat uji coba penyelenggaraan farmakovigilans obat program ATM sesuai dengan Keputusan tersebut adalah sebagai berikut:

 Lebih Lanjut

Pada tanggal 21 Agustus 2017, untuk kali ketiga Badan POM menyelenggarakan Workshop/Peningkatan Kompetensi Farmakovigilans bagi Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Pendidikan yaitu RS Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.  Kegiatan ini dihadiri oleh high level management RS USU (Direktur Utama dan Direktur Pelayanan Medik & Keperawatan) dan tenaga kesehatan (dokter, apoteker, perawat) dari RS USU serta Kepala Balai Besar POM di Medan dan 4 orang staf.

 Lebih Lanjut

 Lebih Lanjut

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 41.67%
    Sangat Menarik
  • 29.55%
    Menarik
  • 16.67%
    Cukup Menarik
  • 8.33%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?