Berita

                     

Sesuai mandat Badan POM dalam menjamin aspek keamanan atau safety, disamping menjamin manfaat/efikasi dan mutu obat yang beredar di wilayah Indonesia, dan seiring dengan tuntutan dunia perihal pemantauan keamanan penggunaan obat, atau yang dikenal dengan farmakovigilans, maka diperlukan peningkatan pemahaman farmakovigilans baik kepada petugas di Badan POM maupun BB/BPOM di seluruh Indonesia.

 Lebih Lanjut

Pada tanggal 28 Mei 2015 yang lalu, Badan POM menyelenggarakan workshop program farmakovigilans bagi tenaga kesehatan di RS Awal Bros Batam. Workshop ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan peran serta tenaga kesehatan dalam Monitoring Efek Samping Obat. Workshop ini dihadiri oleh sejawat tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dan juga apoteker, selain itu juga hadir perwakilan dari Balai POM di Batam.

 Lebih Lanjut

Program pharmacovigilance atau yang dulu lebih dikenal sebagai aktifitas Monitoring Efek Samping Obat atau MESO di Indonesia semakin perlu untuk ditingkatkan mengingat meningkatnya perhatian dan tuntutan terhadap jaminan keamanan obat (drug safety) yang berdampak pada jaminan keselamatan pasien (patient safety). Selama ini program pharmacovigilance lebih banyak bergantung dari partisipasi secara sukarela pelaporan efek samping obat dari sejawat tenaga kesehatan. Namun telah dilakukan beberapa upaya untuk memperkuat pharmacovigilance dengan lebih terstruktur, utamanya dalam hal pharmacovigilance obat program kesehatan masyarakat seperti obat anti retroviral (AIDS/HIV), anti tuberkulosis, dan anti malaria, bekerja sama dengan Program Kesehatan Masyarakat di Kementerian Kesehatan.

 Lebih Lanjut

 Lebih Lanjut

Menindaklanjuti kegiatan Diseminasi Pedoman Penyelenggaraan Farmakovigilans Obat Program AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) pada tanggal 30 – 31 Oktober 2014 yang lalu, telah diselenggarakan pula Training Pedoman Penyelenggaraan Farmakovigilans Obat Program ATM oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kegiatan training ini diselenggarakan pada tanggal 3 – 5 November 2014 dengan dukungan Global Fund.

 

Drs. Arustiyono, Apt., MPH, selaku Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT menyampaikan bahwa program farmakovigilans obat program ATM merupakan langkah yang dilakukan untuk memperoleh profil keamanan obat program ATM sehingga keselamatan pasien dapat tercapai. Koordinasi dan komunikasi yang baik serta pemahaman peran masing-masing institusi terkait menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan farmakovigilans obat program ATM ini, sehingga kita semua bisa mewujudkan perlindungan kesehatan masyarakat yang lebih optimal.

 Lebih Lanjut

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 39.39%
    Sangat Menarik
  • 30.3%
    Menarik
  • 13.33%
    Cukup Menarik
  • 9.7%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?