Berita

Workshop program farmakovigilans kepada tenaga kesehatan dilakukan oleh Badan POM RI sebagai upaya untuk meningkatkan awareness dan partisipasi tenaga kesehatan dalam aktifitas Monitoring Efek Samping Obat atau yang lebih sering kita sebut MESO.Workshop program farmakovigilans kali ini dilaksanakan di Jambi, Rabu 2 September 2014 bekerjasama dengan RSUD Raden Mattaher Jambi yang di hadiri oleh 32 peserta dari RSUD Raden Mattaher dan Balai POM Jambi.

 

 Lebih Lanjut

Mengawali rangkaian workshop program farmakovigilans, pada Jumat 21 Maret 2014, Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT bekerjasama dengan RSUD Dr. H. Soewondo, Kendal melaksanakan workshop tersebut. Workshop program farmakovigilans ini merupakan salah satu upaya Badan POM dalampeningkatan awareness dan partisipasi tenaga kesehatan dalam aktivitas Monitoring Efek Samping Obat (MESO).

dr.Sri Mulyani, SpA, M.Kes selaku Direktur Utama RSUD Dr. H. Soewondo, Kendal membuka secara resmi kegiatan workshop program farmakovigilans kepada tenaga kesehatan dengan menyampaikan sekilas tentang aktivitas monitoring efek samping obat di RSUD Dr. H. Soewondo, Kendal dimana saat ini masih mengalami beberapa kendala salah satu diantaranya minimnya SDM. Selain itu, Beliau  menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk memanfaatkan waktu dan ilmu yang akan disampaikan pada workshop kali ini dan dapat dipraktekkan di Rumah Sakit. 

 Lebih Lanjut

Sebagaimana kita ketahui bahwa sesuai dengan perkembangan teknologi yang pesat, kebutuhan masyarakat untuk dapat memperoleh informasi yang tepat juga menjadi tuntutan, demikian halnya dengan informasi terkait aspek keamanan obat. Oleh karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI mengembangkan subsite e-MESO (e-meso.pom.go.id). Subsite e-MESO diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran Contact Center Badan POM HALO BPOM 500533, Indonesia Rapid Alert System for Food and Feed (INRAFFS) dan e-Registrasi Ulang Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan pada acara puncak Peringatan HUT Badan POM RI ke-13 tanggal 5 Februari 2014.

 

Subsite e-MESO dikembangkan dalam rangka memberikan pelayanan akses informasi aktivitas farmakovigilans di Indonesia, dimana salah satu menu yang ada di sini adalah ADR Reporting (adverse drug reaction reporting). Menu ADR Reportingdapat digunakan oleh sejawat tenaga kesehatan dan juga industri farmasi dalam melakukan pelaporan efek samping obat yang terjadi di Indonesia secara elektronik atau online ke Badan POM RI, sebagai Pusat MESO/Farmakovigilans Nasional. Untuk dapat berpartisipasi aktif dalam pelaporan ini, sejawat tenaga kesehatan atau industri farmasi harus melakukan pendaftaran atau subskripsi terlebih dahulu. Apabila pendaftaran atau subskripsi telah disetujui oleh kami sebagai administrator, maka pelaporan dapat dilakukan.

 Lebih Lanjut

Saat ini tuntutan oleh masyarakat di bidang kesehatan adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan (quality of care) di semua sarana pelayanan kesehatan baik di sektor publik maupun swasta, termasuk di dalamnya adalah pelayanan dan penggunaan obat. Hal ini meliputi jaminan keamanan obat atau drug safety dalam rangka mendukung peningkatan perawatan dan keselamatan pasien (patient care and safety). Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak terlepas dari peran beberapakey players yang juga memiliki tanggung jawab dalam rangkaian pelayanan kesehatan dalam rangka jaminan patient safety, antara lain tenaga kesehatan.

 

Salah satu progam untuk meningkatkan peningkatan perawatan dan keselamatan pasien antara lain farmakovigilans atau pada awalnya lebih sering dikenal dengan program Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Program MESO bergantung pada sistem pelaporan efek samping obat secara sukarela oleh sejawat tenaga kesehatan. Namun sistem pelaporan sukarela ini masih belum cukup mendukung pengumpulan data atau informasi profil aspek keamanan obat di Indonesia. Sementara itu, dengan populasi Indonesia yang masif, seharusnya menjadi sumber yang cukup potensial untuk diperoleh data atau informasi profil keamanan obat beredar.

 Lebih Lanjut

Pada tanggal 9 – 12 September 2013 yang lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menerima kunjungan delegasi Myanmar. Delegasi Myanmar tersebut merupakan perwakilan dari Departemen of Food and Drug Administration of Myanmar, Department of Health Of Myanmar, Ministry of Finance of Myanmar dan Ministry of

Industry of Myanmar. Delegasi tersebut dipimpin oleh Dr. Zaw Win, Director (Administration), Department of Food and Drug Administration of Myanmar. Tujuan kunjungan adalah untuk mempelajariVaccine Regulatory System di Indonesia. Hal tersebut karena pemerintah Myanmar sedang berencana menginvestasikan dana untuk memproduksi vaksin dalam program imunisasi nasional.

 Lebih Lanjut

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 40.27%
    Sangat Menarik
  • 31.54%
    Menarik
  • 14.77%
    Cukup Menarik
  • 7.38%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?