Berita

Saat ini tuntutan oleh masyarakat di bidang kesehatan adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan (quality of care) di semua sarana pelayanan kesehatan baik di sektor publik maupun swasta, termasuk di dalamnya adalah pelayanan dan penggunaan obat. Hal ini meliputi jaminan keamanan obat atau drug safety dalam rangka mendukung peningkatan perawatan dan keselamatan pasien (patient care and safety). Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak terlepas dari peran beberapakey players yang juga memiliki tanggung jawab dalam rangkaian pelayanan kesehatan dalam rangka jaminan patient safety, antara lain tenaga kesehatan.

 

Salah satu progam untuk meningkatkan peningkatan perawatan dan keselamatan pasien antara lain farmakovigilans atau pada awalnya lebih sering dikenal dengan program Monitoring Efek Samping Obat (MESO). Program MESO bergantung pada sistem pelaporan efek samping obat secara sukarela oleh sejawat tenaga kesehatan. Namun sistem pelaporan sukarela ini masih belum cukup mendukung pengumpulan data atau informasi profil aspek keamanan obat di Indonesia. Sementara itu, dengan populasi Indonesia yang masif, seharusnya menjadi sumber yang cukup potensial untuk diperoleh data atau informasi profil keamanan obat beredar.

 Lebih Lanjut

Pada tanggal 9 – 12 September 2013 yang lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menerima kunjungan delegasi Myanmar. Delegasi Myanmar tersebut merupakan perwakilan dari Departemen of Food and Drug Administration of Myanmar, Department of Health Of Myanmar, Ministry of Finance of Myanmar dan Ministry of

Industry of Myanmar. Delegasi tersebut dipimpin oleh Dr. Zaw Win, Director (Administration), Department of Food and Drug Administration of Myanmar. Tujuan kunjungan adalah untuk mempelajariVaccine Regulatory System di Indonesia. Hal tersebut karena pemerintah Myanmar sedang berencana menginvestasikan dana untuk memproduksi vaksin dalam program imunisasi nasional.

 Lebih Lanjut

Pada tanggal 21-30 Agustus 2013, Badan POM RI menerima kunjungan salah satu staf senior World Health Organization-Uppsala Monitoring Centre (WHO-UMC), Ms. Helena Wilmar. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari program dan aktivitas  farmakovigilans serta mempelajari interaksi dengan organisasi/instansi lain di Indonesia.

 

 Lebih Lanjut

Salah satu upaya Badan POM untuk meningkatkan peran serta tenaga kesehatan dalam bidang Monitoring Efek Samping Obat adalah dengan melaksanakan Workshop program Pharmakovigilans kepada sejawat tenaga kesehatan.

 

Sebagai penutup rangkaian workshop program Pharmacovigilance yang diselenggarakan pada tahun 2013, Badan POM menyelenggarakan workshop bersama dengan RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat, Malang. Bertempat di HotelAtria, Malang pada tanggal 7 November 2013, Dr. Bambang Eko Sunaryanto, SpKJ selaku Direktur Utama RS Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Malang secara resmi membuka kegiatan Workshop Program Pharmacovigilans kepada tenaga kesehatan yang diselenggarakan bersama dengan Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT.

 Lebih Lanjut

Kamis, 28 Maret 2013 bertempat di Yogyakarta, Dr. Mochammad Syafak Hanung, SpA selaku Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta membuka secara resmi kegiatan Workshop Program Farmakovigilans kepada Tenaga Kesehatan di RSUP Dr. Sardjito yang diselenggarakan bersama dengan Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT, Badan Pengawas Obat dan Makanan.

 Lebih Lanjut

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 39.39%
    Sangat Menarik
  • 30.3%
    Menarik
  • 13.33%
    Cukup Menarik
  • 9.7%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?