Kalender Kegiatan

Diseminasi Farmakovigilans Obat Program ATM dilaksanakan di Jakarta, pada tanggal 30 - 31 Oktober 2014. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiseminasikan pedoman yang baru disusun untuk penyelengaraan farmakovigilans obat program AIDs, tuberkulosis dan Malaria (ATM). Dengan adanya pedoman ini diharapkan pelaksanaan farmakovigilans atau pemantauan keamanan penggunaan obat program ATM memiliki sistem yang lebih terstruktur, dan dapat diperoleh data yang mendukung keamanan obat program ATM tersebut.

Peserta daerah adalah dari perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi dan BB/BPOM seluruh Indonesia. Sementara itu peserta pusat dari lingkungan Kementerian Kesehatan, Badan POM, serta beberapa undangan lainnya seperti WHO Indonesia, GF, dan USP.

 Lebih Lanjut

Training Farmakovigilans bagi Industri Farmasi telah dilaksanakan selama tiga hari, tanggal 29 September – 1 Oktober 2014. Latar belakang dari penyelenggaraan training ini adalah bahwa salah satu mandat dan fungsi yang diemban oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia adalah untuk menjamin aspek keamanan atau safety, disamping menjamin manfaat/efikasi dan mutu obat yang beredar di wilayah Indonesia. Namun, melihat perjalanan suatu obat dari proses produksi hingga penggunaan oleh masyarakat, maka pengawalan aspek keamanan obat juga menjadi tanggung jawab dari beberapa key players, antara lain industri farmasi, sejawat tenaga kesehatan di sarana pelayanan kesehatan dan sarana pelayanan obat, serta tentunya pasien atau masyarakat sendiri sebagai pengguna akhir. Untuk itu, perlu adanya perimbangan kompetensi yang sesuai oleh Badan POM RI sendiri, dan juga semua key players terkait dalam bidang Farmakovigilans ini, agar aspek keamanan obat beredar dapat kita kawal dengan baik.

 

Pemerintah dalam hal ini Badan POM RI, telah dan akan terus melakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan farmakovigilas di Indonesia dan mengantisipasi perkembangan di bidang ini dengan melaksanakan training secara berkala kepada seluruh stakeholder farmakovigilans.

 Lebih Lanjut

Yth. Sejawat Sekalian,

 

Berikut kami informasikan bahwa pada tanggal 5 -7 Juni 2014 mendatang, untuk pertama kalinya the International Society of Pharmacovigilance (ISoP) dan WHO - UMC (Collaborating Center for Pharmacovigilance di Uppsala),  bekerja sama menyelenggarakan pelatihan farmakovigilans. Pada kesempatan pertama ini, pelatihan akan diselenggarakan di Makati (Manila) Philippines.

 Lebih Lanjut

Yth. Bapak/Ibu 

Penanggung Jawab Farmakovigilans di Industri Farmasi

 

 Lebih Lanjut

Pada tanggal 10-11 Februari 2011 yang lalu, Badan POM mendapatkan kunjungan dari Tim World Health Organization Head Quarter (WHO-HQ) yang dipimpin oleh Dr.Lahouari Belgharbi dalam rangka persiapan Badan POM sebagai National Regulatory Authority (NRA) untuk menghadapi NRA Assessment (yang diperkirakan akan dijadwalkan pada akhir tahun atau awal tahun depan).

 

Badan POM RI secara berkala di-assess oleh WHO sebagai persyaratan yang diperlukan oleh Indonesia untuk mempertahankan kepercayaan internasional, melalui WHO, untuk mensuplai produk vaksin Indonesia yang digunakan dalam program imunisasi di beberapa negara di dunia, atau yang lebih sering disebut dengan WHO pre-qualification.

 Lebih Lanjut

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 39.39%
    Sangat Menarik
  • 30.3%
    Menarik
  • 13.33%
    Cukup Menarik
  • 9.7%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?