Berita



Pada tanggal 26-28 April 2017, Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT kembali menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Farmakovigilans bagi Industri Farmasi. Sebelumnya, kegiatan ini dilakukan secara berkala setiap 2 (dua) tahun, namun mengingat perlunya pendampingan Badan POM terhadap penerapan farmakovigilans di Industri Farmasi, maka tahun ini kembali diselenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi ini.

 

Dengan pembekalan materi selama pelaksanaan kegiatan, diharapkan personil tersebut dapat memiliki kompetensi dan kapabilitas di bidang farmakovigilans, sehingga mampu menginisiasi dan mengelola sistem farmakovigilans di Industrinya masing-masing. Materi yang disampaikan juga mencakup bagaimana mengevaluasi dan memiliki ketajaman analisis dalam memonitor pelaksanaan farmakovigilans di Industri Farmasi.

 

Peningkatan Kompetensi Farmakovigilans bagi Industri Farmasi ini dihadiri oleh 53 (lima puluh tiga) orang peserta yang terdiri dari 41 (empat puluh satu) orang Industri Farmasi, 2 (dua) orang Balai Besar POM di Surabaya dan 10 orang Badan POM.

 

Sebagai narasumber pada kegiatan ini yaitu dr. Jarir At Thobari, PhD (narasumber akademia Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada) yang memberikan pengenalan farmakovigilans secara keilmuan, Mr. Masahiko Yokota yang menyampaikan “Sistem Farmakovigilans di Jepang” serta penyampaian “Implementasi Farmakovigilans di Industri Farmasi” oleh praktisi farmakovigilans di Industri Farmasi.

 

Narasumber dari Badan POM yaitu Kasubdit Surveilan dan Analisis Risiko Produk Terapetik dan PKRT yang menyampaikan mengenai “Pedoman Penerapan Farmakovigilans di Industri Farmasi, Overview Juklak Pedoman Farmakovigilans, dan Tools Pemantauan Penerapan Farmakovigilans di Industri Farmasi”. Selain itu juga disampaikan “Pengenalan Subsite e-meso dan Pelaporan Efek Samping Obat secara Elektronik” oleh Kasie Surveilan Produk Terapetik dan PKRT.

 

Sebagai penutup, Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT, Drs. H.G. Kakerissa, Apt menyampaikan bahwa ke depan pelaksanaan penerapan farmakovigilans ini akan dimonitor oleh Badan POM dengan melakukan inspeksi penerapan farmakovigilans Industri Farmasi secara bertahap dan akan menerapkan tindak lanjut terhadap sistem farmakovigilans di Industri Farmasi. (mda)



Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 41.94%
    Sangat Menarik
  • 29.03%
    Menarik
  • 16.94%
    Cukup Menarik
  • 8.87%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?