Berita

Pada tahun 2017 ini, tepatnya pada tanggal 22-23 Mei 2017, Badan POM melaksanakan Supervisi Penerapan Farmakovigilans untuk Obat Program AIDS dan Malaria di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) di Jayapura. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan dalam rangka implementasi Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.02.02/Menkes/164/2015 tentang Uji Coba Penyelenggaraan Farmakovigilans Obat Program AIDS,Tuberkulosis dan Malaria di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melakukan evaluasi dan supervisi penerapan sistem farmakovigilans obat program AIDS dan Malaria kepada fasyankes yang merupakan tempat uji coba penyelenggaraan farmakovigilans sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan tersebut, yang sebelumnya juga telah mengikuti diseminasi Pedoman Penyelenggaraan Farmakovigilans Obat Program ATM pada tahun 2014. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan untuk menyelaraskan persepsi dan kejelasan peran masing-masing pemangku kepentingan, baik ditingkat Pusat dan Daerah, sehingga koordinasi pelaksanaan farmakovigilans lebih terstruktur.

Kegiatan supervisi ini dilakukan oleh Direktorat Pengawasan Distribusi PT dan PKRT, Badan POM RI bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI (Subdit Pengendalian Malaria dan Subdit Pengendalian AIDS dan Penyakit Menular), Balai Besar POM di Jayapura, Dinas Kesehatan Provinsi Papua,dan Dinas Kesehatan Kota Jayapura.

Tempat pelaksanaan supervisi sesuai dengan tempat uji coba pada Kepmenkes, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura dan Puskesmas Hamadi, yang merupakan tempat penyelenggaraan farmakovigilans untuk obat program AIDS dan Malaria. Selain fasyankes tersebut, juga dilaksanakan supervisi di Puskesmas Koya Barat sesuai dengan data penyakit malaria di Kota Jayapura tahun 2014 dan 2015, Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, Dinkes Kota Jayapura, yang menyebutkan bahwa semua puskesmas yang ada di kota Jayapura merupakan endemis tinggi malaria, dan salah satu Puskesmas yang memiliki Annual Parasite Incidence(API) tertinggi adalah Puskesmas Koya Barat.

Diharapkan dengan dilakukannya supervisi penerapan farmakovigilans ini maka keamanan penggunaan obat khususnya obat program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria semakin meningkat. (as)

  

Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 41.94%
    Sangat Menarik
  • 29.03%
    Menarik
  • 16.94%
    Cukup Menarik
  • 8.87%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?