Berita

Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT kembali menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Farmakovigilans bagi Industri Farmasi pada tanggal 9 – 11 Agustus 2017 di Hotel Santika Premiere Semarang. Peningkatan kompetensi ini bertujuan untuk memberikan pembekalan pengetahuan di bidang farmakovigilans kepada Industri Farmasi untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (personil) yang menangani farmakovigilans. Personel tersebut diharapkan dapat memiliki kompetensi dan kapabilitas di bidang farmakovigilans termasuk peraturan terkait farmakovigilans, mampu menginisiasi dan mengelola sistem farmakovigilans di Industri masing-masing serta personel diharapkan mampu mengevaluasi dan memiliki ketajaman analisis dalam memonitor pelaksanaan farmakovigilans di Industri Farmasi dan memenuhi kewajibannya sesuai peraturan yang berlaku.

Peningkatan Kompetensi Farmakovigilans bagi Industri Farmasi ini dihadiri oleh 60 (enam puluh orang) orang peserta yang terdiri dari 44 (empat puluh empat) orang Industri Farmasi, 5 (lima) orang Balai Besar POM di Semarang, 2 (dua) orang Balai Besar Penelitian & Pengembangan Tanaman Obat & Obat Tradisional Karang Anyar dan 9 (sembilan) orang Badan POM.

Peningkatan kompetensi ini dibuka oleh Kepala Balai Besar POM di Semarang, Ibu Dra. Endang Pudjiwati, MM., Apt . Sebagai narasumber pada kegiatan ini yaitu dr. Jarir At Thobari, PhD (narasumber akademia Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada) yang memberikan pengenalan farmakovigilans secara keilmuan, serta penyampaian materi “Implementasi Farmakovigilans di Industri Farmasi” oleh praktisi farmakovigilans di Industri Farmasi dalam rangka sharing pengalaman mengembangkan sistem farmakovigialns di industri farmasinya.

Pada kesempatan peningkatan kompetensi ini, narasumber dari Badan POM yaitu Kasubdit Surveilan dan Analisis Risiko Produk Terapetik dan PKRT, Ibu Siti Asfijah Abdoellah, S.Si., Apt., MMedSc memaparkan mengenai “Pedoman Penerapan Farmakovigilans di Industri Farmasi, Overview Juklak Pedoman Farmakovigilans, dan Tools Pemantauan Penerapan Farmakovigilans di Industri Farmasi”. Selain itu juga disampaikan “Pengenalan Subsite e-meso dan Pelaporan Efek Samping Obat secara Elektronik” oleh Kasie Analisis Risiko Produk Terapetik dan PKRT, Ibu Teti Hastati, S.Si., Apt., MKM.

Sebagai penutup, Ibu Siti Asfijah Abdoellah, S.Si., Apt., MMedSc menyampaikan bahwa pada tahun ini pelaksanaan penerapan farmakovigilans akan dimonitor oleh Badan POM dengan mulai melakukan inspeksi penerapan farmakovigilans Industri Farmasi secara bertahap dan akan menerapkan tindak lanjut terhadap sistem farmakovigilans di Industri Farmasi. (as)


Polling

Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?
  • 39.52%
    Sangat Menarik
  • 29.94%
    Menarik
  • 13.17%
    Cukup Menarik
  • 9.58%
    Tidak Menarik
Poll
Menurut anda bagaimana isi dan tampilan dari website ini ?




logo dsras Email Rapid Alert System

Selamat email anda telah berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia.

 

logo dsras Email Rapid Alert System

Anda ingin berhenti berlangganan untuk selalu mendapatkan informasi terkini mengenai keamanan obat yang beredar di Indonesia?